Pages

Sunday, August 01, 2010

Manfaat Tes Psikologi


Tes Psikologi adalah sebuah alat ukur untuk mengetahui kepribadian seseorang. Dengan tes ini kita dapat mengetahui kepribadian seseorang. Tes psikologi ini sudah sangat luas digunakan di banyak negara untuk maksud-maksud tertentu di berbagai bidang, misalnya bidang penelitian, pendidikan, militer, industri dan lain-lain. Sejak tahun 1972, tes psikologi ini telah mulai digunakan di Indonesia, setelah sebelumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan disesuaikan dengan latar belakang sosial budaya di Indonesia serta lolos tes validasi yang dilakukan secara statistik. Jadi tes ini bukan sekedar tes yang meng-adopsi/sekedar menterjermahkan dari tes-tes yang ada di luar negeri.

Manfaat Tes Psikologi.

Tes ini bermanfaat untuk :
1. Mengungkapkan berbagai corak kepribadian yang tersembunyi dan sukar untuk diketahui melalui wawancara atau pengamatan biasa sehari-hari.
2. Menjelaskan masalah psikodinamik seseorang
3. Mengetahui apakah seseorang itu menderita gangguan jiwa atau tidak

Sebagaimana di negara-negara lain, maka kiranya tes psikologi ini juga dapat dipergunakan dalam berbagai instansi dan dunia usaha untuk keperluan seleksi, promosi dan mutasi mulai dari tingkat eksekutif, direksi, manager, staf sampai pada tingkat karyawan/pegawai yang menduduki posisi yang vital, strategis dan beresiko tinggi.

Laporan tes psikologi yang dibuat kiranya akan dapat dipergunakan oleh pimpinan perusahaan atau bagian personalia/sumber daya manusia (Human Resources Development Department) untuk menentukan sikap dalam hal :

1. Menerima atau menolak lamaran seseorang untuk bekerja
2. Menempatkan seseorang pada posisi yang sesuai dengan kepribadiannya
3. Memindahkan seseorang dari posisi yang lama ke posisi baru yang sesuai dengan kepribadiannya.

Bagi perusahaan yang ingin melakukan tes psikologi terhadap para karyawannya mengenai analisis karyawan atau seleksi karyawan atau pribadi dengan berbagai tujuan pekerjaan atau hanya sekedar ingin mengetahui potensi diri, maka "Accurate" Health Center menyediakan jasa layanan segala macam tes psikologi.

Hubungi segera "Accurate" Health Center.

"Accurate" Health Center
Jl. Tilak No. 76 (Simpang Demak)
Telp. (061) 7322480
Medan

Tuesday, May 09, 2006

Benahi Diri


Membenahi diri, menata diri atau membereskan diri. Tiga analogi ini sering kali tidak kita sadari dapat membangun hidup kita menuju jalan yang lebih baik.

Membenahi diri bukan hanya memperbaiki diri, tetapi menyusun kepingan-kepingan utuh yang telah ada dalam diri kita, hanya bagaimana kita menatanya kembali.

Untuk apa kita harus membenahi diri. Apa yang disebut dengan kepingan-kepingan utuh itu ?

Manusia mempunyai beraneka ragam sifat yang telah terbentuk sejak lahir atau sifat pembawaan lahir dan lingkunganlah yang mempengaruhi kita selama hidup dan pengalaman yang selalu dijadikan sebagai panutan hidup atau pedoman hidup.

Oleh pengalaman, lingkungan dan pembawaan lahir membentuk suatu pribadi dalam hidup, yang kita sebut sebagai kepribadian.

Nah, bagaimana caranya agar kita mempunyai jiwa atau kepribadian yang sehat, yaitu terus menerus membenahi diri.

Ada pepatah yang mengatakan :

Lebih baik membenahi diri sendiri daripada membenahi orang lain, karena dengan membenahi diri baru kita dapat membenahi orang lain.

Artinya : Kita harus terbebas dari semua masalah, baru dapat membebaskan masalah orang, karena tidak mungkin kita sudah terperosok dalam lumpur dapat menolong orang yang juga terperosok dalam lumpur.

Cara yang dapat dilakukan untuk membenahi diri adalah mengetahui siapa diri kita sebenarnya, tahu kemampuan kita, tahu kelebihan dan kelemahan kita tanpa ditutup-tutupi, sadari semuanya dan buanglah topeng yang dibuat. Ketahuilah semua yang ada dalam diri, kemudian satu persatu dibenahi dengan baik, karena hal ini bukan saja digunakan untuk memperbaiki diri tetapi untuk melepaskan dan menyelesaikan semua konflik yang ada dalam diri dan semua defense(mekanisme pertahanan diri) yang telah lama terbentuk untuk dijadikan tembok/pertahanan diri anda.

Untuk membenahi diri, anda boleh mempunyai seorang guru untuk membimbing anda atau seorang teman yang dapat dipercayai untuk mengetahui/menyadari semua tindak tanduk diri anda.

Sebagai contoh :

Anda tidak menyadari bahwa anda sombong, maka tanyalah orang lain apakah anda sombong dan jika ia, sadarilah kesombongan anda dan benahi supaya anda tidak menjadi sombong, begitu juga pemarah,pemalas dsb benahilah semuanya.

Jika anda telah berhasil membenahi diri dari semua noda, maka anda terbebas dari semua permasalahan. Dengan begitu anda dapat menolong dan menyelesaikan masalah orang lain.

Jika anda memiliki permasalahan psikologis atau ingin mendapatkan saran atau bantuan psikologis untuk memperbaiki diri, maka anda dapat mengunjungi Accurate Health Center Medan untuk membantu anda menemukan solusi atau bantuan psikologis untuk perkembangan jiwa dan perubahan jiwa anda.

Accurate Health Center bergerak dalam bidang konsultasi psikologi, terapi psikologi, hipnoterapi maupun terapi akupunktur. Hubungi Accurate Health Center.

"Accurate" Health Center
Jl. Tilak No. 76 (Simpang Demak)
Telp. (061) 7322480
Medan

Kain yang kotor


Apa yang kamu lakukan jika menemukan pakaian atau kain yang kotor. Sangat simple sekali, kamu dapat mencuci dengan sabun kemudian menjadi bersih. Bagaimana dengan pikiran yang kotor, apakah kita dapat mencuci dengan sabun dan kemudian menjadi bersih dan suci.

Mungkin ini hanya sebuah perumpamaan, karena semua orang tahu bahwa pikiran hanya bisa dibersihkan dengan makanan batin, seperti pengetahuan, kesadaran dsb.

Namun, bukan ini yang ingin saya katakan. Saya mempunyai sebuah contoh, mengapa ada orang yang kaya, ada orang miskin, ada orang yang sombong, ada orang baik, dsb. Sebenarnya mereka itu sama atau tidak. apa persamaan dari orang-orang tersebut ? apakah hanya sama-sama manusia atau sama-sama mempunyai badan jasmani atau rohani ?

Sebuah contoh, seseorang yang hidup kaya raya dan sombong, memandang rendah orang lain. Ia menganggap dirinya yang paling hebat, yang paling bersih dan paling suci. Ia merasa melebihi di atas semua orang.

Namun, coba anda pikirkan apa dia benar-benar orang yang suci atu bersih dan bagaimana anda menyikapi orang yang seperti itu..

Saya akan menganjurkan anda satu pemecahan. Ambillah sebuah kain dan suruhlah ia melap/menyeka/memberishkan mukanya. Apa yang akan terjadi ? Bukankah penuh dengan debu dan kotoran.

Itulah kesamaan dari semua golongan manusia. Tidak perlu membanggakan diri..

Merasa bersih, suci dan hebat bukanlah dengan cara seperti itu, namun harus menyadari bahwa kita semua ini sama. Jangan merasa diri melebihi orang lain dan menghina atau meremehkan orang lain atau orang yang lebih lemah.

Bersihkan dan sucikan hati dan pikiran bukan hanya badan jasmani saja.

Saturday, February 11, 2006

SDM Yang Bertahan


Pada era kini perubahan semakin jelas terutama di negara Indonesia, persaingan yang ketat, harga dan barang melambung, nilai mata uang rupiah terus menerus bergeser , bahan bakar naik, pemutusan karyawan, perusahaan pailit, rakyat kecil semakin terpuruk.

Apa yang harus kita lakukan, ternyata tidak banyak, kita hanya bisa duduk diam menunggu kebijakan dari pemerintah terhadap negeri ini, yang hanya bisa kita lakukan untuk saat ini adalah membina diri dan mensejahterakan diri, siapa yang bisa menolong diri kita, selain kita sendiri, bukankah begitu ?

Berbicara tentang pembinaan diri yang berkaitan dengan pekerjaan kita, apa yang harus kita bina agar menjadi lebih efektif dan produktif melawan persaingan ekonomi ini ?

Menjadi seorang Sumber daya Manusia yang mampu bertahan di lingkungan pekerjaannya agar dapat bersaing dan bertahan harus mempunyai beberapa catatan sebagai berikut :

1. SDM harus mampu bekerjasama dengan orang lain.
Seorang pekerja harus mampu bekerja dengan orang lain, mampu berkomunikasi dengan sesama rekan kerja atau pihak yang terkait dimana ia bernaung.

2. SDM harus mempunyai daya juang yang tinggi
Seorang pekerja harus mempunyai prinsip, visi misi, motivasi atau semangat yang tinggi untuk mempertahankan pekerjaannya, tidak mudah mundur atau menyerah, mau belajar dan berkembang.

3. SDM harus memiliki EQ yang baik.
Seseorang yang memiliki emosi yang terlalu rendah maupun emosi yang terlalu tinggi tidak akan sanggup bersaing secara optimal dan efektif, Seseorang yang mempunyai emosi yang stabillah yang selalu diacungi jempol.

I Don’t care where you are, But who are you anda what can you do


Saya tidak peduli anda dimana, tetapi siapa dirimu dan apa yang bisa anda lakukan.

Kalimat diatas memberikan kita satu pelajaran bahwa, tidak ada yang memperhatikan keberadaan kita, begitu pun diri kita sendiri, tidak peduli dimana kita berpijak, kita mesti melakukan sesuatu, selama kita masih hidup, kita selalu mencari keberadaan.

Disini kita bisa melihat bahwa, dimanapun kita berada, di situlah kita berkarya, kita perlu menunjukkan kepada orang lain bahwa tempat bukanlah suatu kendala kita untuk berkarya, walaupun tempat merupakan bagian dari pekerjaan kita.

Orang tidak peduli dimana asal usul kita, dimana kita berasal, dimana kita berada, dimana kita berkarya, orang hanya memperhatikan siapakah diri kita sebenarnya, apa yang bisa dan telah kita lakukan, seberapa besarkah pengaruh anda terhadap orang lain, orang akan memuji dan menghargai dengan apa yang anda berikan, bukanlah asal usul anda, saat ini, siapakah anda ? Apa yang anda bisa ?

Pepatah tersebut sering juga digunakan di dalam organisasi dan industri, perusahaan maupun pendidikan, dimana pun kita berpijak, kita hanya bisa bersandar pada pengetahuan dan kemauan kita, tidak lebih dari itu.

Untuk itu, tunjukkanlah kepada semua orang, siapa diri kita, keluarkan potensi diri kita, kuatkan karakter kita, lakukanlah apa yang bisa dilakukan, berani memunculkan gagasan baru, berbuatlah untuk diri sendiri dan orang lain. Yakinkanlah kita mempunyai keberadaan di muka bumi ini.

Reward (Hadiah) untuk diri sendiri


Memberi hadiah kepada diri sendiri, mengapa ? Apakah kita perlu melakukan perihal tersebut, pernahkah kita berpikir memberi hadiah untuk diri sendiri ? sadarkah bahwa kita perlu memberi penghargaan bagi diri sendiri ? seberapa besarkah anda menghargai diri sendiri ? ataukah anda sering memanjakan diri dengan membelanjakan itu ini dan menghabiskan semuanya hanya untuk menyenangkan diri sendiri tanpa anda sadari.

Saya akan mengajarkan anda, bagaimana menghargai diri anda sendiri dengan memberi penghargaan, bagaimana menjalani hidup ini dengan baik tanpa melakukan hal yang tidak berarti .

Setiap anda ingin memulai sesuatu, buatlah suatu perencanaan, berapa target yang ingin dicapai, berapa waktu yang diperlukan, seberapa seringkah anda meninjau perkembangan itu, seberapa sering anda melakukan rencana tersebut, tulislah semua itu dalam satu buku atau satu kertas, kemudian berkomitmenlah terhadap perencanaan anda, tentunya rencana yang anda buat bisa mengarahkan anda menjadi lebih baik dari sebelumnya, setelah itu, jalankanlah dengan sekuat tenaga yang dibarengi dengan semangat dan motivasi diri, jangan selalu memikirkan hasil akhirnya, yang penting lakukanlah sebaik dan sesering mungkin.

Setelah itu pikirkan juga bila anda berhasil menjalankan misi itu, apa yang anda dapatkan untuk menyenangkan diri, apa yang akan anda berikan untuk diri anda sendiri, hadiah apa yang pantas ingin anda dapatkan jika anda berhasil, apakah itu berlibur seminggu ke tempat tujuan, menghadiakan jam tangan atau parfum kesukaan yang telah lama anda ingin dapatkan dsb.

Lakukanlah itu, berilah penghargaan terhadap diri anda, berilah hadiah untuk diri anda, jadikan hal ini menjadi motivasi anda, hal yang mendasari dan mendorong anda agar berhasil, mulailah dari sekarang, janganlah memanjakan diri anda tanpa meraih sesuatu yang berguna.

Saya yakin, anda akan puas.

Pengetahuan is POWER


Pengetahuan ibaratnya pendidikan, apa yang kita ketahui itulah pengetahuan begitu juga apa yang kita didik itulah pendidikan, Pengetahuan tidak lepas dari pendidikan, apa yang kita ketahui harus di dukung oleh apa yang kita didik, maksudnya segala sesuatu yang kita ketahui harus kita terapakan dan jalani, secara moralitas, apa yang kita ketahui itu baik perlu dijalani dan sebaliknya apa yang kita ketahui itu buruk perlu di tinggalkan.

Seseorang yang mempunyai pengetahuan yang banyak tentunya memiliki kekuatan yang besar, apabila pengetahuannya diterapkan, ia mampu mengalahkan semua yang lemah, ia dapat membeda-bedakan mana yang baik dan mana yang buruk, ia dapat mengandalkan kekuatan pikiran dan emosinya dengan baik, ia mampu berperang dengan kekalutan-kekalutan yang ada dan tentunya ia dapat memutuskan masalah dengan baik dan mengambil keputusan yang bijaksana.

Namun, dewasa ini, banyak yang mengandalkan fisik/otot sebagai kekuatan, pandangan salah terhadap segala sesuatu juga di jadikan kekuatan, sehingga mereka menjadi buta terhadap dunia ini, mereka terus menerus mempertahankan kebodohan-kebodohan atau pengetahuan yang salah, ini akan membuat mereka terjebak dalam pemikiran yang sempit dan tidak realities.

Banyak-banyaklah membaca dan mendengarkan, tidak ada kata penyesalan bila kita belajar untuk mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain, disini kita bisa mengambil berbagai macam pelajaran tentang cara berpikir, pengalaman orang lain ataupun pengetahuan-pengetahuan yang belum kita dapatkan sebelumnya.

Dari membaca, kita juga dapat menambah pengetahuan dan informasi, selama masih hidup, kita tidak henti-hentinya mengalami proses, seperti proses belajar, semakin banyak kita belajar, maka semakin haus akan pelajaran, semakin banyak ilmu yang kita peroleh, maka semakin banyak pengetahuan yang kita dapatkan. Jika anda adalah seorang pelajar atau mahasiswa, buku merupakan kewajiban utama anda, kecepatan dan keingian anda untuk membaca adalah merupakan tuntutan prestasi anda, anda diwajibkan membaca 4 atau 5 bahkan 7 teksbook dalam 1 mata kuliah, apabila anda tidak mampu mempunyai kecepatan membaca maka anda akan terlambat mengikuti pelajaran dan persaingan pendidikan ini.

Jadikan pengetahuan menjadi kekuatan anda, bila pengetahuan anda banyak anda tidak akan kalah dimana pun anda berada, anda tidak akan kalah bersaing. Semakin banyak anda tahu semakin hebat anda.

Friday, January 27, 2006

Berpikir sebelum Berbuat


Berpikir sebelum berbuat, dari judul ini dapat kita ketahui, bahwa pikiran merupakan peranan yang sangat penting dari perbuatan kita, dari dulu kita mengetahui bahwa, sebelum melakukan segala sesuatu kita harus berpikir dulu, sehingga apapun tindakan kita dapat berjalan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.

Banyak kekurangan manusia saat ini adalah tidak mampu berpikir sebelum memutuskan sesuatu, kebanyakan kita bertindak sesuai dengan emosi/perasaan. Jika terpancing oleh sesuatu objek, maka ia akan bergerak menuju kondisi emosi pada saat itu bersama objek tersebut sebelum berpikir segala kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi.

Contoh : Seseorang yang melihat kekasihnya tidak memperhatikan dirinya ketika berada di pesta, tanpa berpikir ia memarahi pacarnya bahwa selama ini tidak pernah memperhatikan dirinya, padahal kenyatannya perilaku sehari-harinya tidak demikian, orang tersebut berindak hanya mengikuti kata hatinya saat itu tanpa berpikir panjang.

Jika kita tidak mampu berpikir sebelum berkata, bertindak atau berbuat, maka apapun itu akan sulit bagi kita untuk berpikir secara logis dan realities, kita hanya mampu melihat sesuatu secara garis kecil atau secara garis besar saja. Yang tepatnya kita harus mampu melihat masalah secara garis kecil maupun garis besar sesuai dengan kebenaran dan kenyataan yang ada.

Untuk itu, berpikirlah sebelum berbuat atau berkata, cobalah berpikir 2 atau 3 kali sebelum memutuskan untuk berbuat atau berkata, maka kita dapat melihat dengan benar-benar permasalahan itu.

Tuesday, January 24, 2006

Jangan mencampuri URUSAN orang lain


Hidup di dunia ini, kita tidak mungkin menghindari sebuah keberadaan dari sesuatu yang berada, sebagai contoh kita ini ada dan orang lain juga ada, maka keberadaan itu selalu ada selagi manusia ini masih ada di jagat raga ini.

Setiap ada keberadaan, selalu ada kehadiran, kontak, komunikasi dan segala peristiwa yang terjadi, kita hidup berdampingan berarti kita berhubungan dengan orang lain atau berurusan dengan orang lain, apakah urusan tersebut bersifat individu maupun kelompok. Kita harus mampu melihat segala situasi dan kondisi untuk menyikapi berbagai macam urusan yang ada.

Kita harus dapat membeda-bedakan yang mana merupakan urusan kita dan yang mana merupakan urusan orang lain serta yang mana merupakan urusan kita bersama, kita tidak dapat menyamakan semua urusan yang ada, sebagian sifat manusia mempunyai karakter untuk membantu menyelesaikan segala macam urusan, apakah itu merupakan urusan ia atau bukan, ia tak mampu melihat setiap ada masalah yang terjadi, mungkin ia berniat baik untuk membantu orang, namun apa yang terjadi apabila ia berusaha untuk mencampuri urusan orang lain, kecuali orang yang bersangkutan memohon untuk diberi bantuan, dan mungkin saja ada orang yang berniat menghancurkan orang lain dengan mencampuri urusan orang lain.

Sebagai orang yang bijaksana, janganlah mencoba-coba untuk mengurusi urusan orang lain, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kita atau semua pihak, ini akan berakibat fatal bagi sebuah hubungan, walaupun anda merasa tidak nyaman dan tidak rela terhadap sebuah urusan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan anda.
Tidak sekalipun urusan teman baik anda dengan kekasihnya atau urusan mereka yang lainnya, apalagi hubungan anda dengan seseorang yang baru anda kenal, anda mencoba untuk mencampuri urusannya, anda akan menerima akibat yang tidak menyenangkan tanpa anda sadari.

Urusilah diri anda sendiri sebaik-baiknya, janganlah mencampuri urusan orang lain yang bukan merupakan urusanmu, kecuali anda dimintai bantuan.

Friday, January 13, 2006

Kepribadian Orang tua anda ?


Berbicara mengenai orang tua kita, apa yang ada di dalam benak kita ? Orang yang mengasuh dan menjaga kita sepanjang hidup kita, orang yang membimbing kita atau yang paling simple adalah orang yang melahirkan kita.

Nah, Apakah kita mengetahui pribadi orang tua kita sebenarnya, apakah kita mengetahui keadaan mereka atau bagaimana cara mereka mengasuh kita, ternyata tidak jauh dari pemikiran kita, sebagai manusia biasa, walau bagaimana pun orang tua juga adalah manusia.

Bagaimana Orang tua mendidik kita dari kecil sampai dewasa, itulah yang dinamakan pola asuh, pola asuh yang baik akan mendapatkan anak yang baik begitu juga sebaliknya.

Bagaimanakah yang dinamakan pola asuh yang baik, ternyata semua itu relatif, ada sisi kelebihannya maupun kekurangannya.

Ada 4 cara pola asuh orang tua terhadap anaknya, walaupun tidak hampir seluruhnya serupa, namun secara garis besar dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Orang tua yang terlalu melindungi anaknya, apa yang diinginkan anaknya selalu dipenuhi, anak bersalah tetapi orang lain yang disalahkan, anak terlalu dikekang sehingga apapun yang dilakukan anak harus minta persetujuan dari orang tua, membuat anak kurang mandiri, Di dalam rumah, anak yang diperlakukan seperti itu akan menjadi manja.
2. Orang tua yang terlalu perfeksionis terhadap anaknya, apapun yang dilakukan harus dilakukan dengan benar, dilakukan dengan teratur dan rapi. Orangtua yang pesimis terhadap segala sesuatu, yang selalu curiga terhadap segala sesuatu, sehingga dalam hal mendidik, anak selalu diberi pengenalan terhadap sesuatu cenderung negatif dan bergerak ke arah kecurigaan terhadap sesuatu, sehingga dapat membuat anak menjadi mudah tertekan dan sering curiga, anak menjadi perfeksionis, mudah tertekan, dan menjadi teratur dan terarah.
3. Orang tua yang terlalu keras terhadap anaknya, pendidikan yang bersifat ekstreme, apa yang diperintahkan oleh orang tua harus dilaksanakan oleh anaknya, jika dilanggar, maka anak akan mendapatkan ganjaran, orang tua juga tidak segan-segan berbentak dan mengajar anaknya dimanapun ia berada, orangtua yang terlalu keras ini membuat anak menjadi mandiri, keras kepala, ingin menang sendiri, kasar dan sedikit tidak berperasaaan karena mereka sudah sering diperlakukan seperti itu.
4. Orang tua yang independent, yang liberal, yang bebas, orang tua yang memberi kebebasan kepada anaknya untuk berbuat, orang tua seperti ini adalah orang tua yang agak sibuk, sehingga tidak mempunyai waktu yang banyak untuk mengurusi anak, sehingga membuat anak bebas berbuat apa saja, anak tersebut dapat menjadi anak yang bebas, logis, berpikir bebas, tidak terikat, sedikit malas karena jarang diperintah oleh orang lain, anak tersebut juga agak sembrono apabila tidak termotivasi dengan baik.

Inilah rangkuman ke 4 cara didik orang tua terhadap anaknya, bagaimana anak anda nantinya tergantung oleh pola asuh anda, anda ingin menjadikan anak anda yang serba keras, didiklah secara kasar dsb, andalah yang menetukan pola kepribadian anak anda.

Wednesday, December 28, 2005

Menurut Anda


Semua orang tau kita tidak mungkin hidup tanpa berhubungan dengan orang lain, berhubungan berarti membina pertemanan, membina pertemanan berarti berbagi dengan orang lain, dalam berbagi kita perlu berkomunikasi satu sama lain, dalam proses berkomunikasi kita akan menemui pertanyaan timbal balik ini, yaitu : Bagaimana menurut anda atau bagaimana pandangan anda, atau apakah yang telah saya lakukan benar atau salah ?

Bagaimana menjadi seorang penasehat yang baik jika dilontarkan pertanyaan bagaimana menurut anda permasalahannya, toh anda tidak mengalami hal yang serupa dengan lawan bicara anda, tentunya anda tidak bisa merasakan apa yang ia rasakan secara mutlak, anda bisa menjawab sesuai dengan pengalamanan dan pengetahuan anda seadanya, namun anda tidak bisa memberi jawaban yang sangat tepat atau sesuai dan bisa didengar dan diterima langsung oleh lawan bicara anda.

Biasanya, apabila teman bicara anda meminta saran anda, dan meminta penjelasan penyelesaian atas permasalahannya, apa yang anda lakukan? Anda mungkin akan memberi penjelasan dan penyelesaian menurut pandangan sendiri maupun pandangan global yang bersifat objektif, namun apakah teman bicara anda mampu menyadari dan mengikuti jalan pikiran anda dan dapat mengetahui kesalahannya jika berbuat salah dan sebaliknya.

Bila anda disodorkan pertanyaan, apakah tindakan yang saya lakukan benar atau salah, dan bagaimana menurut anda ?

Jawaban apa yang anda berikan ?

Nah, anda tidak perlu memberi penjelasan yang panjang lebar untuk menyakinkan dan membuat mereka sadar atas kesaalahannya atau sebaliknya, anda hanya praktis saja, menanyakan balik pertanyaannya, menurut kamu apakah tindakan kamu sudah benar atau salah ? Bukan jawaban anda yang diperlukan disini, namun jawabannya lah yang penting dan bisa menyadarkannya.

Banyak orang yang berbuat salah tetapi tidak menyadari kesalahan yang telah diperbuatnya.

Contoh :

Seseorang yang telah berbuat salah menemui anda untuk meminta saran, pertanyaannya : menurut anda, apa yang telah kulalukan salah atau benar ? anda cuma berbalik tanya kepadanya, menurut kamu bagaimana, menurut pandangan agama bagaimana, menurut pandangan social bagaimana, anda meminta ia untuk menjawab pertanyaannya sendiri.
Jika ia telah berbuat salah, ia tidak menyadari kesalahananya dan mengatakan bahwa ia tidak bersalah, bagaimana anda menyadarkannya, terang-terangan apa telah yang ia lakukan salah, seperti membunuh orangtua, nah, disini anda mencoba menyuruh ia memikirkan akibat dari perbuatannya atau apa yang terjadi apabila suatu saat ada balasan, seperti anak kamu akan membunuh kamu juga jika kamu telah menjadi orangtua, sesudah itu, anda kembali bertanya, menurut anda, itu benar atau salah, saya yakin teman bicara arnda akan segera menyadari kesalahannya.

Selamat mencoba.

Waspadalah


Apa yang ada di benak anda, ketika mendengar kata waspada, waspadalah, Iya, Berhati-hati, Apakah perlu kita berwaspada, seberapa pentingkah kewaspadaan menyangkut kehidupan kita, bagaimana peranaan kewaspadaan terhadap diri kita, dan sebarapa perhatian kita terhadap kewaspadaan atau yang lebih simple, seberapa waspadanya kita terhadap kehidupan kita.

Apakah kewaspadaan sama dengan kecurigaan, Apa yang anda lalukan ketika anda melihat sesuatu yang menurut anda kurang menyakitkan, perlukah anda mencurigainya ataukah cukup dengan waspada saja.

Curiga dapat diartikan sebagai ketidakyakinaan seseorang terhadap suatu objek, yang lebih tertuju ke arah negatif yang tidak ada perihal kuat yang mendasari, apakah itu tingkah laku seseorang, bahasa tubuh seseorang, ataupun ucapan seseorang. Nah, apa baik kita selalu mempunyai pikiran curiga terhadap segala sesuatu ?

Waspada dapat diartikan kehati-hatian seseorang terhadap segala sesuatu yang mungkin saja itu bersifat negatif maupun positif.

Yah, kita cukup berwaspada terhadap segala situasi dan kondisi yang ada, tidak peduli kondisi itu berbentuk positif maupun negatif, kita harus selalu berhati-hati dan memperhatikan keadaan disekeliling kita, kita tidak perlu selalu curiga yang bisa membatasi ruang gerak dimana pun kita berada, jika kita selalu curiga terhadap sesuatu maka dalam diri kita akan timbul ketidaknyamanan atau kita akan dihantui rasa tertekan dimana-mana.

Setiap kita menyetel berita kejahatan di TV, terdengar pesan berikut :

Kejahatan bukan terjadi karena ada niat dari pelakunya tapi juga karena kesempatan maka waspadalah.

Nah, bagaimana kita menyingkapi hal ini, zaman sekarang, kejahatan ada dimana-mana, sedikit saja kita lengah, mungkin kita akan menjadi korban kejahatan.



Sebuah contoh kejahatan bukan karena ada niat tetapi adanya kesempatan :

Seorang wanita cantik memakai pakaian seksi, rok pendek, dan baju minim mencoba mencuci mobil di depan rumahnya atau di tepi jalanan dekat rumahnya, hal ini bukan saja mengundang penjahat yang ingin menggangunya, tetapi orang-orang yang sebelumnya tidak berniat melakukan kejahatan, karena adanya kesempatan ini, maka mereka melakukan kejahatan dengan memperkosa wanita tersebut.

Disini kita bisa melihat sebuah contoh, bahwa dengan berwaspadalah kita menghindari kejahatan atau sesuatu yang tidak diinginkan.

Tuesday, December 27, 2005

Petunjuk bagi 1 atau 10 orang


Menjadi seorang pengajar, seorang petunjuk, seorang teladan ataupun seorang instruktur, apakah yang mereka harapkan agar semua informasi yang disampaikan dapat berhasil dengan baik dan efektif.

Secara umumnya, guru mengajar di dalam kelas, tidak peduli apakah murid tersebut mau mendengarkan ataupun tidak, guru tetap mengajar sesuai dengan kewajibannya, seorang praktisi juga memberikan seminar, tidak peduli apakah penyampainya ada diterima maupun tidak, pernahkah anda memperhatikan hal tersebut ?

Nah, berhubungan dengan hal itu, cobalah anda memilih mana yang lebih bagus, Hanya ada 1 orang yang benar-benar mau mendengarkan anda atau ada 10 orang, namun tidak ada yang mendengarkan anda ? atau ada 10 orang yang bersedia mendengarkan dan meresapi apa yang anda katakana daripada 100 orang yang ada, tetapi ke 100 orang tersebut tidak ada yang benar-benar mendengarkan anda.

Bila kita melihat perkembangan zaman sekarang, lebih banyak orang lebih bagus, semakin banyak orang yang datang untuk mendengar lebih baik, namun apa yang mereka dapatkan, yang datang saja tetapi tidak ada yang mendengarkan dan tidak mau berkembang, orangnya saja yang tampak banyak, tetapi tujuan yang disampaikan tidak tercapai, ada 1 contoh lagi, mengajak beramai-ramai orang untuk mendengarkan sebuah ilmu pengetahuan, namun tidak satu pun yang benar-benar ingin mendengarkan, bukanlah lebih baik 1 orang atau beberapa orang saja tetapi mereka mau mendengarkan.

Umpamanya seperti berbicara dengan orang bodoh, kita juga akan menjadi bodoh, berbicara atau memberi pentunjuk kepada orang yang tidak mau mendengarkan/orang yang bodoh sama saja berbicara dengan dinding, tidak ada gunanya, tidak bermanfaat.

Saya tidak akan mengajar seseorang yang tidak mau belajar. Saya tidak akan menjelaskan sesuatu kepada orang yang tidak menginginkan penjelasan. Tidak ada gunanya memberikan/mengajarkan/memaksakan orang yang tidak mau mendengarkan.
Tepatnya lebih baik mengajarkan 1 orang yang benar-benar mau mendengarkan daripada beribu-ribu orang namun tidak mau mendengarkan, atau memberikan satu penjelasan namun semua orang bisa mengerti daripada beribu-ribu penjelasan tetapi tidak ada yang bisa mengerti, dsb.

Berilah petunjuk kepada orang yang benar-benar ingin mendapatkan petunjuk. Memberi saran kepada orang yang tidak menginginkannya membuat anda letih, capek dan mengundang perselisihan, suatu saat ia akan menyadari sendiri.

Sunday, December 25, 2005

(Psikotes) Efisiensi Intelektual


Ada orang-orang dengan I.Q tak berhasil dalam pendidikan. Sebaliknya adapula I.Q yang rendah berhasil dalam pendidikan tinggi. Salah satu yang mempengaruhinya adalah yang dinamakan personality effisiensi intelektual. Personaliti ini ikut menentukan berhasil atau tidaknya seseorang dalam perjalanan intelektualnya.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan positif (+) bila sesuai dengan anda, atau negatif (-) bila tidak sesuai dengan anda.

1. Aku bekerja dalam ketengangan yang sangat besar
2. Seandainyai orang-orang tidak mendapatkannya hal itu lebih dahulu, aku akan dapat lebih sukses.
3. Aku jarang merisaukan kesehatanku
4. Aku tidak mengalami kesulitan buang air besar dan menahannya.
5. Aku mempunyai nafsu berkelana dan aku tidak pernah bahagia kecuali aku sedang menjelajah atau berpergian
6. Aku suka pada ilmu pengetahuan
7. Orang tuaku dulu sering menolak pada orang orang dimana aku bergabung
8. Apabila dalam suatu kelompok, aku mengalami kesulitan berpikir hal yang tepat untuk dibicarakan.
9 Sesungguhnya lebih banyak persoalan yang kurisaukan dari pada yang seharusnya.
10. Aku sering bukan bahan gossip atau pembicaraan dalam kelompokku.
11. Aku tidak mengalami kesulitan untuk menahan atau melepaskan air seni.
12. Aku tak takut ketularan penyakit dari pegangan pintu.
13. Masa depan agaknya suram bagiku.

Setelah anda menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, maka cocokkanlah jawaban anda dengan kunci pada halaman dibawah ini. Berilah nilai 1 untuk jawaban yang cocok, dan nilai 0 untuk jawaban yang tidak cocok
1.(-)
2.(-)
3.(+)
4.(+)
5.(-)
6.(+)
7.(-)
8.(-)
9.(-)
10.(-)
11.(+)
12.(+)
13.(-)

Nilai 13-12 (Sangat tinggi)

Anda beruntung bahwa daya intelektual anda, tidak dipengaruhi oleh hal-hal yang emosional, kata hati curiga, atau penyakit kronik. Dengan sedikit bekerja keras anda pasti sukses.

Nilai 11-10 (Tinggi)

Walaupun intelektual anda cukup tinggi, akan tetapi anda masih dipengaruhi oleh emosi dan kata hati anda, untuk sukses perlu kerja keras dan belajar yang sungguh-sungguh.


Nilai 9-6 (Rata-rata)

Anda seperti kawan anda sekitarnya, banyak memakai ratio, tetapi kadang-kadang ratio anda kurang cermat karena adanya pengaruh dari emosi dan kata hati.

Nilai 5-3 (Rendah)

Intelektual anda sering terselubung dengan emosi-emosi yang tak berguna, cemas dan depresi yang sering menyulitkan diri sendiri.

Nilai < 3 (Sangat rendah)

Emosi, cemas, depresi, kecurigaan dan lingkungan hidup anda, sangat mempengaruhi sekali kehidupan intelektual anda.

Teman bicara yang baik


Semua manusia hidup memerlukan kebutuhan, apakah itu kebutuhan sandang, pangan atau papan, namun di lain pihak, manusia juga tidak bisa hidup tanpa berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain, manusia tidak hidup sendiri, manusia selalu hidup berdampingan maka manusia membutuhkan teman, inilah yang disebut sebagai mahluk social.

Bagaimana kita berhubungan dengan orang lain inilah yang menandakan bahwa fase/tahap perkembangan hidup kita, semakin banyak kita berhubungan dengan orang semakin berkembangan tahap kehidupan kita dan sebaliknya.

Sebuah cerita, pada zaman dahulu, seorang raja mengumpulkan 10 anak yang baru lahir untuk di karantina, semua kebutuhan mereka di penuhi termasuk sandang, pangan dan papan, namun sang raja ingin mengetahui apakah anak-anak tersebut berbicara menggunakan bahasa apa tanpa di ajarkan berbicara, sang raja ingin mengetahui apakah sorga menggunakan bahasa apa, anak-anakt tersebut hanya diberi makan dan di urusi masalah jasmani, namun tidak di ajarkan bagaimana berbicara, bagaimana berhubungan dengan orang lain, mereka di karantina dan akhirnya tidak cukup berusia 1 tahun, ke-10 anak meninggal dunia dengan sendirinya.

Belajar dari penelitian tersebut, manusia tidak mungkin hidup tanpa berbicara dan berhubungan dengan orang lain, pada dasarnya, manusia memerlukan pengetahuan dan pendidikan, mereka mempunyai rasa ingin tahu, mereka memerlukan asupan mental hingga dewasa, manusia terus menerus mencari pengetahuan.

Lalu bagaimana kita sebagai mahluk kodrati yang selalu hidup berdampingan dengan orang lain, bagaimana kita perlu berbicara dengan orang lain agar hidup ini dapat berjalan dengan baik, dan bagaimana kita mencari seorang teman bicara yang baik.

Jika kita mendapati sebuah masalah, dengan siapa kita berbicara, tentunya seorang teman, apakah itu teman hidup seperti suama istri, teman dalam berbisnis, teman dalam berkumpul ataupun teman berjasa yang menjaga sepanjang hidup kita seperti orang tua.

Menjadi seorang teman bicara yang baik tidaklah sulit, anda cukup memperhatikan beberapa hal , yaitu :

Jika ada seorang teman yang menceritakan masalahnya kepada anda, cobolah memulai dengan memberi simpati kepadanya, namun bijaksanalah, anda jangan mencoba-coba terlena/terbuai dengan masalahnya, bisa-bisa masalah tersebut tidak terselesaikan, berusahalah menempatkan dan merasakan posisi dia terhadap anda, berilah simpati dan empati kepadanya.

Lalu mencoba untuk memberi tanggapan anda kepadanya, Ingat, berusalah untuk tidak menyalahkan dan menghakimi siapapun, seorang teman bicara yang baik adalah seorang yang netral, ia hanya boleh memberi sugesti/saran kepada orang namun tidak menyalahkan orang tersebut, biarlah ia yang mengambil keputusan sendiri, kita juga boleh mempengaruhinya, tetapi semua keputusan ada di tangannya, jangan mencoba-coba memaksa ia untuk mengikuti pikiran anda, anda hanya cukup mengarahkan sesuai dengan kebijaksanaan anda.

Silahkan mencoba, Menjadi seorang teman bicara harusla bijaksana, harus bisa melihat masalah secara garis besar/menyeluruh maupun garis kecil/detail, tidak boleh memihak pada satu pandangan atau golongan.