
Semua orang tau kita tidak mungkin hidup tanpa berhubungan dengan orang lain, berhubungan berarti membina pertemanan, membina pertemanan berarti berbagi dengan orang lain, dalam berbagi kita perlu berkomunikasi satu sama lain, dalam proses berkomunikasi kita akan menemui pertanyaan timbal balik ini, yaitu : Bagaimana menurut anda atau bagaimana pandangan anda, atau apakah yang telah saya lakukan benar atau salah ?
Bagaimana menjadi seorang penasehat yang baik jika dilontarkan pertanyaan bagaimana menurut anda permasalahannya, toh anda tidak mengalami hal yang serupa dengan lawan bicara anda, tentunya anda tidak bisa merasakan apa yang ia rasakan secara mutlak, anda bisa menjawab sesuai dengan pengalamanan dan pengetahuan anda seadanya, namun anda tidak bisa memberi jawaban yang sangat tepat atau sesuai dan bisa didengar dan diterima langsung oleh lawan bicara anda.
Biasanya, apabila teman bicara anda meminta saran anda, dan meminta penjelasan penyelesaian atas permasalahannya, apa yang anda lakukan? Anda mungkin akan memberi penjelasan dan penyelesaian menurut pandangan sendiri maupun pandangan global yang bersifat objektif, namun apakah teman bicara anda mampu menyadari dan mengikuti jalan pikiran anda dan dapat mengetahui kesalahannya jika berbuat salah dan sebaliknya.
Bila anda disodorkan pertanyaan, apakah tindakan yang saya lakukan benar atau salah, dan bagaimana menurut anda ?
Jawaban apa yang anda berikan ?
Nah, anda tidak perlu memberi penjelasan yang panjang lebar untuk menyakinkan dan membuat mereka sadar atas kesaalahannya atau sebaliknya, anda hanya praktis saja, menanyakan balik pertanyaannya, menurut kamu apakah tindakan kamu sudah benar atau salah ? Bukan jawaban anda yang diperlukan disini, namun jawabannya lah yang penting dan bisa menyadarkannya.
Banyak orang yang berbuat salah tetapi tidak menyadari kesalahan yang telah diperbuatnya.
Contoh :
Seseorang yang telah berbuat salah menemui anda untuk meminta saran, pertanyaannya : menurut anda, apa yang telah kulalukan salah atau benar ? anda cuma berbalik tanya kepadanya, menurut kamu bagaimana, menurut pandangan agama bagaimana, menurut pandangan social bagaimana, anda meminta ia untuk menjawab pertanyaannya sendiri.
Jika ia telah berbuat salah, ia tidak menyadari kesalahananya dan mengatakan bahwa ia tidak bersalah, bagaimana anda menyadarkannya, terang-terangan apa telah yang ia lakukan salah, seperti membunuh orangtua, nah, disini anda mencoba menyuruh ia memikirkan akibat dari perbuatannya atau apa yang terjadi apabila suatu saat ada balasan, seperti anak kamu akan membunuh kamu juga jika kamu telah menjadi orangtua, sesudah itu, anda kembali bertanya, menurut anda, itu benar atau salah, saya yakin teman bicara arnda akan segera menyadari kesalahannya.
Selamat mencoba.
No comments:
Post a Comment